Senin, 12 Desember 2011

Tahun Baru Islam Yang Sering Terlupakan

negara kita indonesia, adalah negara yang penduduknya mayoritas menganut agama islam, kira-kira 85,1% dari 240.271.522 penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam, 9,2% Protestan, 3,5% Katolik, 1,8% Hindu, dan 0,4% Buddha. bahkan negara pancasila ini merupakan negara muslim terbesar diseluruh dunia walaupun indonesia sendiri bukan negara islam,
    dari penjabaran diatas sangat banyak potensi untuk menyebarkan agama islam kepada semua orang, tapi ironisnya masih banyak orang islam yang hanya ikut-ikutan atau bisa dibilang islam KTP yang tidak paham apa makna islam itu sesungguhnya, sehingga walaupun sudah diketahui penganut islam terbanyak tapi kayaknya masih kurang bisa bersatu dan menyatu untuk memperjuangkan agama islam yang haq,
      seperti hal nya perayaan tahun baru islam. umat islam sendiri sebenarnya punya tahun baru yang disebut tahun baru hijriyah tepatnya tanggal 1 muharram, dan perlu diketahui bahwa tahun baru islam ini tidak pernah semeriah tahun baru masehi, bila kita membicarakan negara amerika, inggris, dll, wajar kalau tahun baru islam tidak meriah disana, akan tetapi jika kita hidup di negara yang mayoritas penduduknya menganut agama islam sungguh prihatin melihat kenyataan ini, bahkan orang islam sendiri ada yang tidak tahu apa itu 1 Muarram,astaghfirullah......
      hanya sebagian kecil orang yang merayakan tahun baru islam, biasanya di pesantren-pesantren dan di desa-desa, jika semua orang islam di negara kita menyatu dan menjunjung tinggi nilai-nilai islam yang sebenarnya, sungguh kemeriahan tahun baru islam akan sangat terasa didalam hati.
setelah menganalisa dampak positif dan negatifnya perbedaan dua tahun baru ini sangat berbeda jauh, semisal tahun baru masehi 1 januari, orang islam banyak yang terlena dan hanyut dalam kemeriahannya seperti membakar kembang api, pacaran, dan lain-lain yang jelas-jelas dilarang oleh agama islam. justru banyak orang islam yang meniru gaya dan model-model orang kafir, padahal tingkah laku atau perbuatan seperti itu jelas-jelas dilaran oleh syariat islam sesuai dengan hadit nabi,

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”.
dari hadits diatas sungguh kita tidak mau menjadi golongan orang-orang kafir, yang nantinya pasti akan masuk neraka dan kekal didalamnya, 
sesuai dengan firman allah  dalam  QS. ali 'Imran (Ali 'Imran) [3] : ayat 12
[3:12]  "Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: "Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka *******. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya".  
QS. Al-Bayyinah [98] : ayat 6
[98:6] Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka *******; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
naudzubillah........... kita pasti tidak ingin masuk neraka yang dicap sebagai seburuk-buruknya mahluk, maka dari itu sungguh perayaan tahun baru masehi 1 januari banyak unsur negatifnya bagi kita yang ujung-ujungnya terjerumus kepada dosa, naudzubillah..
jika kita amati tahun baru islam 1 masehi,, to be continue,,,,,,,,,,,




 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar