Selasa, 18 Juni 2013
Meluruskan Kembali Konsep Berbusana Menurut Islam
Penampilan, pasti mayoritas orang sangatlah menjaga akan penampilan dirinya
dikarenakan penampilan adalah salah satu nilai yang ada pada pribadi seseorang, tak heran jika kebanyakan orang rela meluangkan
waktunya serta merogoh kocek yang dalam hanya untuk urusan penampilan, dari
sekian model penampilan salah satunya ialah gaya berbusana. Busana sendiri
merupakan sesuatu yang dipakai mulai dari kepala sampai ujung kaki yang memberi
kenyamanan dan menampilkan keindahan bagi si pemakai. Para kaum wanita adalah mayoritas
pemerhati busana, karena para kaum wanita selalu ingin tampil anggun dan sempurna
dengan ragam model busananya. Sejalan dengan tingkat perkembangan dan kemajuan zaman, berbagai model busana selalu berubah-ubah tanpa
terkecuali busana muslimah, ironisnya banyak kaum wanita yang salah akan memilih
busana yang dikenakannya, mengapa demikian?, ya karena banyak sekali model
busana islami namun tidak mencerminkan dengan tuntutan syariat islam, tren busana yang digemari sebagian wanita sekarang kebanyakan busana yang pas dengan lekuk
tubuhnya sepertihalnya tren yang sekarang lagi menjamur dikalangan remaja
dengan berbagai model fashion semisal Skinny
Jeans atau Slim-fit pants yang kini sangat populer dikenakan
oleh kaum lelaki maupun wanita remaja, dan menurut sebagian orang jika tidak mengikuti
tren rasanya kurang gaul bahkan sebagian dari mereka berfikir semakin ketat busana
yang mereka pakai, maka semakin keren, busana tipis dan
ketat itulah yang kemudian membentuk dan menampakkan lekuk tubuh seakan nyaris telanjang
yang sangatlah digemari.
Model busana seperti itu tampaknya sudah bukan lagi menjadi pemandangan
yang asing, pemandangan seperti inilah yang selalu ternikmati oleh mata sepanjang
hari, mulai dari pagi hingga malam hari, dan hampir di setiap tempat bisa di jumpai,
di jalan-jalan, pasar, mall bahkan di kampus-kampus walaupun dalam tingkan kewajaran
masih menutupi aurat, akan tetapi busana yang hanya sekedar membalut ukuran
tubuh yang kemudian memperliatkan gemulai garis lekuk tubuh inilah yang perlu digaris
bawahi.
Mengenai batasan-batasan aurat, syariat telah menjelaskan secara detail,
namun tentang hal yang demikian kebanyakan para wanita kurang memperhatikan bahkan
ada pula yang meremehkan, lantas bagaimana jika demikian, sebagai mana sabda Rasulullah
shalallahu‘alaihiwasallam yang menggambarkan tentang apa yang akan terjadi
di akhir zaman nanti, Beliau bersabda :
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang
belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk
memukul manusia dan [2]
para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti
itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium
selama perjalanan sekian dan sekian.”HR. Muslim
Hadits diatas Rasulullah
shalallahu‘alaihiwasallam menyebutkan golongan penduduk neraka,
salah satunya mengenai “para wanita berpa kaian namun telanjang”, kalau
jaman dahulu orang masih bingung dengan penafsiran hadits ini, karena konsep
pakaian adalah menutupi ketelanjangan kita, lantas kenapa ada pakaian namun
masih menampakkan ketelanjangan dan hal-hal seperti itu masih belum ada di
zaman kenabian, akan tetapi di era zaman sekarang ini sudah tertafsir akan sabda
beliau yang memang pada kenyataannya sangat sesuai dengan kondisi pada zaman sekarang
ini, perbuatan dan tingkah laku yang mengakibatkan dosa tentunya tanpa kita sadari
kelihatannya remeh, namun apakah tak tersirat dalam hati dan pikiran mereka akan
bahaya-bahaya yang akan menimpanya, jika semisal seseorang sampai tertarik bahkan
syahwat melihatnya, betapa bayak benih-benih dosa yang akan terkumpulkan
nantinya, naudzubilla. Tindak kriminal,
semisal pelecehan seksual sampai pemerkosaan kebanyakan terjadi karena faktor si
korban yang memang mengundang syahwat dan lebih-lebih dikarenakan tertampaknya
lekukan tubuh dengan model-model pakaian busana ketat tersebut, sehingga membuat
pelaku tertarik dan tergoda akan garis lekuk tubuhnya, kalau sudah demikian
tentun penyesalanlah yang akan dihadapi, maka benar apa yang
telah diucapkan bang Napi “Ingat kejahatan
terjadi bukan karena ada
niat pelakunya. Tetapi karena ada kesempatan, waspadalah- waspadalah”.
Maka dari itu, kita sebagai umat muslim
khususnya bagi para kaum wanita harus lebih pandai, teliti dan cermat dalam memilih
model busana yang mau dikenakan, bolehlah kita mengikuti tren asal tren yang
kita ikuti sudah pro dengan ketentuan syara’, karena keputusan keputusan kita adalah
nasib kita sendiri. Islam itu indah damai dan sejahtera, bagaimana cara islam menjunjung
dan menjaga kaum wanita yang lemah agar senantiasa terjaga dari hal-hal yang
tidak diinginkan. Masih banyak model busana yang membuat para wanita terlihat anggun
tanpa harus keluar dari garis yang telah ditentukan syara’, agar kita tidak menjadi
orang yang merugi diakhirat kelak, dan yang terpenting agar nantinya tidak termasuk
dalam dua golongan ahlunnar yang
telah di sabdakanRasulullah shalallahu‘alaihiwasallam..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar